Untuk buah hatiku

Diposting oleh Coretanmwb pada 08:57, 29-Jul-12

Buah hatiku...
kau tlah hadir
di wadah yang retak
yang tlah terhempas
dan pecah karna perbedaan

Buah hatiku...
inikah suratan takdirmu
membuka mata tak nampak diriku
tak menyambutmu
malaikat kecil dambaanku

Kegembiraan dan kesedihan
kini membungkus kalbu
ku tak bisa bercanda denganmu
terbendung satu hati yang murka

Selamanya ku merindumu
dan mengirim doa
dari kejauhan

Bukan apa apa

Diposting oleh Coretanmwb pada 03:18, 25-Jul-12


Aku mengaku dan bersimpuh,
aku kalah bukan berarti salah
darimu, ku hanya ingin kau puas
dan dialah yang menentukannya

Aku bukan lah apa-apa
di ribuan bola mata
yang tak sengaja memandangku
berdiri dipingir makhluk-makhluk mulia

Aku hanya kotoran dunia
yang tak layak menjalani mimpimu
di kala kau mencari keindahan
aku harus sembunyi di kegelapan

Hancur

Diposting oleh Coretanmwb pada 14:25, 21-Jul-12



Aku merintih terkapar
tertusuk pedangmu yang tajam
yang tersembunyi di balik manisnya bibir
robek mengalir lah darah luka hati

Dari kejauhan kau luncurkan
rudal yang meledakkan
tubuh ku yang terluka
tertusuk pedang di bantai gada

Setelah kau peluk
kau rangkul dengan
hangatnya janjimu membujuk
Kini kau hempaskan

Aku tak berdaya lagi
hanya waktu yang dapat mengganti
mengobati luka yang kau ukir

Menjalani kehidupan

Diposting oleh Coretanmwb pada 03:34, 20-Jul-12

Hidup bukan semata mencari kesenangan namun hidup juga pengabdian mengabdi pada segalanya, pada tuhan keluarga teman dan pada kebenaran. Kesenangan juga perlu dalam kehidupan namun tak boleh juga di lupakan susahnya hidup, Karna kesenangan tak akan selamanya, begitu juga sebaliknya, kebahagian, derita, tak selamanya dalam kehidupan , Gunakanlah kesenangan , kebahagian yang kita punya sekarang , untuk kebaikan atau bahkan berguna untuk yang sedang kesusahan, begitu juga kita yang di tempatkan tuhan... [Baca selengkapnya]

Kumpulan puisi dan coretan : Keraguan di persimpangan

Diposting oleh Coretanmwb pada 16:52, 14-Jul-12


Di tengah persimpangan
aku tak tahu
kemana harus ku tuju
kemana harus berjalan

Hatiku tergoncang ombak
keraguan yang menumpuk
Menyelimuti dada
langkahku pun buntu

Bibir-bibir manis
namun seperti duri
siap membakar hangus
kertas putih di dadaku

Namun angin yang ramah
meniupkan dua pilihan
lorong cadas menuju istana
lorong mulus ke tengah rimba

Aku memilih cadas
namun di sana terang
meninggalkan lorong mulus
namun disana duri menunggu menembus